Dejan Antonic – Golden Generation Yugoslavia 1987

Dejan Antonic
Dejan Antonic

Persib Bandung Terkini – Rara penasaran ingin tahu,memaksa penulis mencari informasi yang melatar belakangi kesuksesan tim berjuluk The Boys Are Back [PBR],dari tim biasa yang dihuni mayoritas pemain muda,akan tetapi mampu melejit menjadi sebuah tim sepakbola peserta Indonesia Super League [ QNB League] yang diperhitungkan oleh setiap tim peserta liga Indonesia.

Dejan Antonic !! siapakah dia ? apa rahasianya sehingga pelatih yang lahir di kota Belgrade Yugoslavia [ sekarang Serbia ]serta Pemegang Lisensi UEFA “A” ini bisa meracik sebuah tim biasa yang memiliki sumber keuangan klub yang minim,para pemain muda bisa menjadi sebuah tim sepakbola yang “ditakuti” atau bahkan “sukar ditaklukan” oleh tim-tim peserta liga Indonesia.

Berita Persib Bandung Terkini mencatat Fakta bahwa,keberhasilan PBR mampu masuk sampai babak semifinal ISL 2014 yang lalu,adalah jelas sebuah keberhasilan yang sangat luar biasa dari tim Jawa Barat ini,yang sempat bermarkas di Stadion Si Jalak Harupat,Stadion Siliwangi,meski sekarang Home base nya di Bekasi.

Dejan Antonić ,adalah mantan pemain sepak bola yang sekarang melatih Pelita Bandung Raya. Dia juga sempat melatih Arema Indonesia musim kemarin dan sepak bola profesional yang cukup terkenal di Hong Kong, Kitchee FC.Selama musim kompetisi tahun 2005 – 2008 dan menjabat sebagai Manajer Tim sekaligus merangkap Direktur di Bidang Perkembangan Pemain Muda dari sebuah klub sepak bola pendatang baru, TSW Pegasus.

Dejan memulai karier bermain sepak bola di klub lokal terbesar di Serbia Red Star Belgrade.
Pada tahun 1987 Dejan Antonic dipanggil untuk bergabung di skuad Tim Nasional Yugoslavia. Yugoslavia memenangkan titel paling bergengsi di dunia sepak bola untuk pertama kalinya pada pertandingan final melawan tim nasional Jerman Timur melalui adu penalti. Dan mereka dikenang sebagai “generasi emas” Yugoslavia (Golden Generation).

Rekan-rekan tim Dejan pada saat itu antara lain: Robert Jarni, Igor Stimac, Zvonimir Boban, Robert Prosinecki, Predrag Mijatovic dan Davor Suker. Setelah itu Dejan Antonic bergabung dengan Red Star Belgrade. Dan pada tahun 1995, Dejan meninggalkan benua Eropa dan mencoba meniti karier di benua Asia dan bergabung dengan Persebaya Surabaya di Indonesia.

Kabar Persib Bandung Terbaru  mencatat,salah satu hal yang paling dominan di pelatih PBR ini dan itu adalah modal besar dirinya untuk bisa meracik sebuah tim biasa menjadi luar biasa adalah Dia sangat bijak dan tegas terhadap para pemainnya jika bermain Buruk,makanya tak sungkan dejan memarkir pemain top berlabel timnas di bangku cadangan. tau Bambang Pamungkas kan ? dia adalah pemain senior sepakbola Indonesia yang beberapa waktu sempat merosot prestasinya, setelah dengan bimbingan konselingnya selama di PBR,Bepe seolah terlahir kembali menjadi pemain hebat di PBR diakhir kompetisi.Dan kini Bepe yang telah balik bersama Persija lagi,telah muncul sebagai predator baru,dimana di laga pertamanya bersama Persija mampu membuat hatrick 1 di QNB League.

Sekarang penulis menjadi tahu,kenapa Persebaya Surabaya dan klub-klub besar lainnya sempat menginginkan tanda tangannya untuk kontrak kerjasama menukangi tim-tim besar peserta liga Indonesia pada waktu musim transfer di akhir kompetisi ISL 2014 yang lalu,yaitu tiada lain tiada bukan karena segudang pengalaman serta kemampuannya di kancah sepakbola internasional serta yang tak kalah hebatnya adalah dia pantas disebut sebagai Sang Motivator ulung.

Baiklah Dejan..!! sore ini kecermatan serta kecerdikanmu sebagai pelatih berkelas di PBR akan diuji kembali ketika tim-mu berhadapan dengan jawara liga ISL 2014 Persib.Apa pun hasilnya,penulis sangat respect terhadap pola pembinaan pemain muda,cara memotivasi pemain menjadi berkarakter yang selama ini anda lakukan di PBR.

Sukses buat karirmu,,,dan sukses Persib..!!

Loading...

Bobotoh Baik Pasti Akan Tinggalkan Komentar