HOT NEWS : Ketika PERSIB jadi Rebutan Stasiun Televisi !!

HOT NEWS : Ketika PERSIB jadi Rebutan Stasiun Televisi !!

HOT NEWS : Ketika PERSIB jadi Rebutan Stasiun Televisi !!

www.maungbandung.com – Kebangkitan tim sepakbola yang mewakili provinsi Jawa Barat PERSIB BANDUNG pasca ditangani sang legend Djajang Nurdjaman kembalikan maung bandung di jalur perebutan tahta Juara ISC A 2016 kembali menuai pujian dan perhatian besar dari media elektronik televisi.

BERITA PERSIB telah mencatat bahwa selama ini PERSIB Bandung selalu menjadi rebutan stasiun televisi untuk menyiarkan langsung setiap pertandingannya di laga resmi.

Tercatat selama ini keikutsertaan nama besar PERSIB BANDUNG dalam sebuah turnamen atau kompetisi selalu sukses mengantarkan beberapa statsiun televisi swasata nasional mendapatkan siarannya menjadi tontonan paling banyak disaksikan ( Rating Televisi ).

HOT NEWS : Ketika PERSIB jadi Rebutan Stasiun Televisi !!

Sebut saja saat kompetisi Piala Presiden di tahun 2015 yang lalu, partai final PERSIB VS Sriwijaya FC dikatakan sebagai pencapaian Rating Televisi yang sangat dahsyat mengalahkan berbagai program acara terpopuler yang ada di negeri ini seperti acara sinetron atau berita lainnya.

Bahkan sekali dalam sejarah, stasiun televisi baru NET.TV mendapatkan berkah tersendiri, dimana program acara siaran langsungnya akan pertandingan PERSIB mendapatkan rating tertinggi dan sebuah rekor yang sepertinya sulit terjadi kembali jika menayangkan klub atau tim lain.

Fakta PERSIB BANDUNG Dan Nilai Jualnya

Mantan Manajer Marketing PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Muhammad Farhan, tidak memungkiri klub-klub besar di Indonesia seperti Persib masih menjadi daya tarik utama bagi stasiun televisi untuk menayangkan secara langsung pertandingannya.

Belakangan ini beredar kabar, sebuah stasiun televisi batal bekerjasama menayangkan perhelatan turnamen lantaran Persib tidak ikut serta sebagai kontestan. Selain itu, turnamen lainnya yang sudah mengambil hak siar diinformasikan kurang meraup untung karena ratingnya tidak setinggi ketika Persib melaju hingga partai puncak turnamen Piala Presiden.

“Itu tidak bisa disangkal bahwa beberapa klub punya daya tarik yang tinggi untuk televisi. Selain Persib ada Arema, Persija, Persebaya, itu adalah tim yang daya tarik televisinya tinggi. Kalau Piala Gubernur Kaltim batal, saya kira harus tanya panitia,” kata Farhan kepada INILAH beberapa waktu lalu.

Kita tahu pada penyelenggaraan piala Gubernur kaltim yang lalu, yang merupakan turnamen pengisi kekosongan kegiatan sepakbola pasca PSSI dibekukan oleh kemenpora, hingga detik terakhir panitia menunggu jawaban dari pihak managemen persib untuk bisa berlaga di piala tersebut.

Persib sendiri tidak hanya mendapat hadiah sebagai juara Piala Presiden, namun tim kebanggaan bobotoh ini juga turut kecipratan rezeki dari stasiun tv yang memberikan kompensasi kepada skuat Maung Bandung, karena mampu mendongkrak rating.
Di tengah mati surinya sepak bola Indonesia, Farhan menilai, antusiasi dan kerinduan suporter Indonesia menimbulkan fanatisme semakin besar.

Menurutnya, hal ini yang kemudian beberapa stasiun televisi berebut untuk mendapatkan hak siar. Dia pun melihat potensi besar akan terlihat dalam perhelatan Indonesia Super Competition (ISC) nanti.

“Insya Allah masih bagus banget, sepak bola itu kan terbukti, Net TV sampai berani ambil Bali Island Cup. Kemudian nanti kalau Indonesia Super Competition (ISC) ini bergulir alhamdulillah stasiun tv ngantri, dan kayaknya semua tv akan kebagian hak siar, tergantung nanti jumlah pertandingannya,” bebernya.

Sekarang ini, tambah Farhan, penonton di Indonesia akan semakin tertarik ketika ada stasiun televisi yang konsisten menayangkan pertandingan sepak bola. “Semua orang gak keberatan, yang penting bisa nonton pertandingan bagus, replay-nya bagus, promosi media sosialnya bagus,” ulasnya.

Kendati sepak bola Indonesia sedang mati suri, namun Farhan justru melihat komersialisasi sepak bola Tanah Air masih menunjukkan gairahnya. Bahkan menurutnya, kini setiap klub benar-benar melakukan pengelolaan secara profesional, setelah pihak penyelenggara turnamen secara transparan memberikan rincian dana yang dikucurkan untuk setiap klub pesertanya.

“Secara komersil sudah gak diragukan, justru yang menarik sekarang, semua turnamen dan semua proposal kompetisi dikelola profesional dan akan sangat transparan. Sudah ketahuan dapat berapa setiap tim, juara dapat berapa,” jelasnya.

Disamping kerinduan para suporter, Farhan menilai, pengelolaan klub secara profesional juga menjadi poin penting dalam menarik minat para suporter. Terutama, sambung dia, bagi klub baru yang belum memiliki pendukung fanatik.

“Saya melihatnya, dengan adanya turnamen yang disambut antusiasme sangat tinggi membuktikan bahwa sepak bola Indonesia tidak menimbulkan kekhawatiran ditinggalkan penonton. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan sepak bola yang profesional menjadi kunci untuk menarik perhatian penonton,” jelasnya.

Pada gelaran ISC saat ini, dinilai Farhan, menjadi ajang bagi klub kecil di Indonesia untuk terus menorehkan prestasi. Hal ini menurutnya, bukan hanya sekadar menarik minat pendukung, namun bisa menjadi daya tarik bagi televisi yang kemudian bermuara pada kertarikan para sponsor.

“Yang paling penting dari pagelaran kompetisi ISC/TSC 2016 ini, harus dipastikan bahwa mulai dari klub besar dengan prestasi tertinggi sampai klub paling burem akan mendapat bagian paling fair,” tandasnya

Source : http://www.inilahkoran.com/berita/persib/53617/persib-ikut-stasiun-tv-ngantre

Loading...

Leave a Reply