Inilah 5 Momen Bersejarah & Kontroversi Laga Persib Vs Persija

Inilah 5 Momen Bersejarah & Kontroversi Laga Persib Vs Persija

Inilah 5 Momen Bersejarah & Kontroversi Laga Persib Vs Persija

www.maungbandung.com – Laga Super Big Match bertajuk Derby D’Indonesia Terpanas yang akan mempertemukan PERSIB BANDUNG melawan Persija Jakarta bakal dihelat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage Kota Bandung, Sabtu (16/7/2016). Pertandingan kedua tim bertetangga ini selalu menghadirkan laga seru dan panas di dalam dan luar lapangan.

Inilah 5 Momen Bersejarah & Kontroversi Laga Persib Vs Persija

Berita Persib Terbaru mencatat bahwa jilid I Duel kedua tim di ajang Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo ini sangat menarik, selain faktor rivalitas di atas, juga karena di tengah situasi Maung dan Macan yang sedang dalam performa yang kurang baik di klasemen sementara TSC A 2016.

Info Persib Terkini mencatat, Persib Maung Bandung saat ini berada di peringkat kesembilan dengan koleksi 13 poin. Sedangkan sang rival asal ibukota Jakarta, Macan Kemayoran terpuruk di posisi ke-12 dengan raihan 11 poin.

Baca Juga : Sangat Bodoh Jika Persib vs Persija disebut Laga El Clasico Indonesia !!

Kendati demikian, laga yang banyak menilai salah El Clasico indonesia ini dipastikan masih tetap sangat menarik untuk disimak, yang diyakini tidak hanya akan banyak menyedot perhatian pecinta sepakbola tanah air saja, namun juga seluruh media berita, baik cetak, elektronik dan online.

Setiap Pertandingan Persib Vs Persija, sudah pasti akan menyajikan suguhan tensi derby terkeras, paling panas dan paling “beresiko” dalam sejarah sepak bola Indonesia selalu memunculkan berbagai cerita menarik.
Dan untuk Berita Persib Bandung Terkini, Berikut www.maungbandung.com akan mengupas momen menarik dan kejadian paling kontroversial yang terjadi di laga Derby D’Indonesia antara Persib melawan Persija:

1. Gol pertama Bambang Pamungkas melawan Persib

Kapten sekaligus penyerang Persija Bambang Pamungkas merupakan salah satu pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak melawan Persib. Pemain yang disapa Bepe ini telah melawan Persib sejak musim 1999-2000.

Pengalaman pertama Bepe melawan Persib terjadi pada Liga Indonesia VI. Saat itu Macan Kemayoran berhasil menang 3-2 atas Maung Bandung.

Bepe mencetak dua gol sedangkan gol lainnya diciptakan oleh Widodo Cahyono Putro. Sementara gol balasan Persib dicetak oleh Sutiono Lamso.

Rekor baru akan tercipta, jika saja sang legenda PERSIJA ini mampu melesakan gol ke jala gawang Persib yang kemungkinan besar akan dijaga I Made, jumlahnya akan menyamai nomer punggung miliknya 10.

Baca Juga : Ketika Sang Legenda Persija BP Didemo The Jackmania

2. Teror Lebak Bulus Bikin Persib WO

Inilah 5 Momen Bersejarah & Kontroversi Laga Persib Vs Persija

Kejadian ini terjadi pada tahun 2005 yang silam. Saat itu, Persib dijadwalkan bertandang ke Jakarta untuk menghadapi Persija di Stadion Lebak Bulus, dalam lanjutan Indonesia Super League musim 2005.

Kedatangan musuh bebuyutan membuat animo penonton yang didominasi Jakmania membeludak. Alhasil, Stadion Lebak Bulus yang memiliki kapasitas hanya 12.500 tempat duduk tak mampu menampung puluhan ribu penonton yang datang.

Kondisi ini membuat panitia pelaksana sempat menunda waktu kick-off yang awalnya dimulai pukul 15.30 WIB bergeser ke 18.30 WIB. Namun, karena kondisi tidak kondusif, Persib memutuskan tidak menggelar pertandingan di Jakarta karena khawatir dengan faktor keamanan para pemainnya.

Baca Juga : Inilah 7 Fakta & Rekor Spektakuler Persib Bandung di Piala Presiden 2015

3. Dua Pemain Asing Menolak Bermain di Lebak Bulus.

Stadion Lebak Bulus memang menyimpan banyak kenangan bagi laga bertajuk Derby Klasik ini. Jarak tribun yang dekat dengan lapangan membuat teror dari penonton sangat terasa bagi tim lawan yang bertanding.

Salah satu kejadian terjadi pada gelaran Liga Indonesia musim 2007. Dalam perjalanan menuju Stadion Lebak Bulus, Persib mendapat teror yang tak patut dicontoh dari pendukung Persija yang melempari bus pemain dengan batu.

Kondisi ini membuat dua pemain Persib, Riduan Barkouwi dan Cristian Bekamenga menolak untuk bermain. Seperti dikutip dari laman pribadi Bambang Pamungkas, kapten Persija itu bahkan sampai harus datang ke kamar ganti Persib untuk membujuk kedua pemain asing tersebut.

Baca Juga : Nama Persib dan Spaso Mendunia Pasca Rebut Piala Presiden 2015

4. Bus Pemain Berganti dengan Kendaraan Taktis (Rantis)

Inilah 5 Momen Bersejarah & Kontroversi Laga Persib Vs Persija

Kendaraan Rantis Bersiaga Jelang Final Piala Bayangkara 2016 Persib vs Arema

Bukan rahasia lagi jika rivalitas kedua pendukung yaitu Jakmania dan Bobotoh telah menjurus ke hal negatif. Bermodal rasa fanatik yang berlebihan terhadap klub yang dicintai tak jarang membuat kedua pendukung ini seringkali terlibat keributan.

Bahkan tak hanya keributan antarsuporter, bus pemain juga kerap menjadi target amarah suporter dalam perjalanan menuju stadion. Menyikapi ini pihak keamanan selalu mengerahkan rantis untuk menjamin keselamatan pemain dan juga staf pelatih.

Bahkan dalam beberapa tahun belakangan, kendaraan ini menjadi tumpangan wajib saat menggelar laga yang mempertemukan Persib melawan Persija. Biasanya kendaraan rantis akan mengantar para pemain dan pelatih hingga memasuki stadion menuju ruang ganti. Usai bertanding, rantis tetap diandalkan membawa para pemain keluar dari Stadion.

Baca Juga : Persib Main di GBK, Jakarta Siaga 1 dengan pengamanan 40 Ribu Personel

5. Kesalahan Roy Suryo menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Persija menjamu Persib di Stadion Maguwoharjo pada lanjutan Liga Indonesia 2013. Laga usiran ini dihadiri oleh pendukung Jakmania, Bobotoh dan juga pendukung Slemania.

Adanya kedua suporter dalam satu stadion memang sangat rawan rusuh mengingat rivalitas panas keduanya. Benar saja, laga baru berjalan 17 menit, wasit harus menghentikan pertandingan karena terjadi kericuhan suporter.

Penghentian laga kali kedua terjadi pada menit ke-60 saat Ismed Sofyan melakukan sepak pojok. Namun, Ismed mendapat gangguan dari penonton yang membuat laga berhenti beberapa saat.

Wasit menghentikan laga ketiga kalinya pada menit ke-73. Namun empat menit kemudian, pertandingan kembali bisa berlanjut hingga selesai.

Selain penghentian laga sebanyak tiga kali, laga ini juga diwarnai kejadian unik saat Roy Suryo yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga lupa lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya saat berusaha melerai kedua suporter yang berseteru.

Penulis: Yosef Deny Pamungkas
Sumber : Bola.liputan6.com

Loading...

Leave a Reply