Inilah Reaksi Keras Djanur Lawan Tagar #savebelencoso

Inilah Reaksi Keras Djanur Lawan Tagar #savebelencoso

Inilah Reaksi Keras Djanur Lawan Tagar #savebelencoso

www.maungbandung.com – Pro kontra Tagar #savebelencoso yang dikumandangkan banyak bobotoh untuk striker PERSIB, Juan Carlos Belencoso, masih berseru di media sosial seperti instagram dan twitter hingga saat ini.

Bahkan BERITA PERSIB terkini mencatat, beberapa bobotoh tak segan melakukan tag kepada akun pemain Persib dan pelatih Jajang Nurjaman. Atau diantaranya, sengaja membuat ‘meme’ dengan harapan Belencoso tetap menjadi bagian skuat Maung Bandung musim ini.

Inilah Reaksi Keras Djanur Lawan Tagar #savebelencoso

Save Belencoco

Save Belencoco

Tagar tersebut ramai tak lepas dari keputusan manajemen dan pelatih Persib yang mengumumkan pengistirahatan pemain dari pertandingan hingga putaran pertama Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016 berakhir. Untuk kemudian segera akan mendepaknya di jeda turnamen panjang tersebut. Bahkan dengan terang-terangan pelatih telah membidik bomber baru.

Keputusan manajemen dianggap kejam oleh beberapa kalangan bobotoh, hingga muncul tagar tersebut. Bobotoh berargumen bahwa manajemen dan pelatih mestinya tidak perlu mengumumkan pengistirahatan striker 34 tahun itu.

Mereka berharap Andai tak terpakai, cukup saja mencadangkannya atau tak memasukkannya ke Daftar Susunan Pemain. Jika manajemen bersikap tegas bisa pula mendepaknya langsung tanpa mengantungkan nasib sang pemain.

Ramainya tagar #savebelencoso yang membanjiri notifikasi dalam handphone milik pelatih Jajang Nurjaman, tak membuat dirinya terpengaruh. Baginya, tagar tersebut dikumandangkan oleh bobotoh yang tak begitu mengerti situasi tim.

“Saya sebagai pelatih tidak boleh terpengaruh oleh itu (tagar savebelencoso). Sebetulnya, enggak tahu saya juga, seperti tidak mengerti, mereka kan bobotoh yang tidak mengerti,” ucap Jajang.

INFO PERSIB melaporkan bahwa Tagar tersebut dianggap Janur tak beralasan secara tepat. Menurut pria 58 tahun itu, hanya ia dan staf pelatih yang memiliki alasan tepat untuk mengistirahatkan sang pemain.

“Mereka tidak cukup punya alasan, kita yang punya alasan karena melihat dia setiap hari di latihan. Sudah pekan 12 pertandingan dia belum cetak satu gol pun,” Janur mempertanyakan.

Loading...

Bobotoh Baik Pasti Akan Tinggalkan Komentar