Lupakan Juara ISC A 2016, Saatnya Regenerasi SIB !!

Lupakan Juara ISC A 2016, Saatnya Regenerasi SIB !!

Lupakan Juara ISC A 2016, Saatnya Regenerasi SIB !!

www.maungbandung.com – Kiprah Persib Bandung di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo bisa dibilang tak cemerlang. Maklum saja, hingga laga ke-19, mereka terdampar di peringkat ke-9.

Pencapaian tersebut cukup ironis mengingat Maung Bandung – julukan Persib, merupakan juara ISL 2014 dan Piala Presiden 2015. Tim asuhan Djadjang Nurdjaman tersebut baru mengemas 7 kemenangan, 6 seri, dan telah kalah 6 kali. Rekor memasukkan dan kemasukan pun sangat miris yakni 19-20.

Bahkan, dalam dua laga terakhir mereka selalu menelan kekalahan. Itu untuk pertama kali di TSC 2016, Persib kalah dua kali secara beruntun. Total, mereka tak pernah menang dalam tiga laga secara beruntun dan tak mencetak gol.

Apakah kans juara masih ada? Dalam sepak bola segalanya bisa terjadi. Peluang tetap ada. Namun, Djanur – sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, mencoba realistis. Target mereka adalah finis di posisi 4-besar. Mereka mengakui sulit, namun yakin bisa melakukannya.

Lupakan Juara ISC A 2016, Saatnya Regenerasi SIB !!

Performa saat ini dibandingkan dengan saat menjuarai ISL 2014 jelas jauh berbeda. Jika dipendekkan dalam 10 laga awal, perbedaannya cukup mencolok. Di ISL 2014 saat Persib menjadi juara, dari 10 laga awal sanggup meraih 6 kemenangan, 2 seri, dan 2 kalah. Mereka pun cukup produktif dengan mencetak 17 gol dan hanya kemasukan 7 gol.

Bagaimana dengan di TSC 2016? Dari 10 laga awal, Maung Bandung hanya meraih 3 kemenangan, 5 seri, dan 2 kalah. Produktivitas mereka pun minim dengan hanya mencetak 10 gol dan kemasukan 7 gol.

Sebenarnya BERITA PERSIB mencatat, jumlah kekalahan sama, namun Persib di ISL 2014 lebih garang dibanding saat ini. Mereka menang 6 kali dari 10 laga awal, sedangkan kali ini hanya menang 3 kali.

Penurunan performa di TSC 2016 dibanding ISL 2014 sudah terlihat pada pekan pertama. Persib sama-sama menjamu Sriwijaya FC. Di ISL 2014 Persib mampu menang 1-0, sedangkan di TSC 2016 bermain imbang 1-1. Selain itu, dalam perjalanan 10 laga awal, Persib mampu menang 4-1 di kandang Gresik United di ISL 2014. Tapi, di TSC 2016, mereka kalah 1-2 di kandang Gresik United.

Rasanya penurunan performa tersebut tak bisa ditimpakan sebagai salah dari Djanur. Maklum saja, dia tak melatih sejak awal musim. Maung Bandung memulai TSC 2016 bersama Dejan Antonic. Justru kehadiran Djanur menggantikan Dejan memberikan perubahan meski belum terlalu signifikan.

Berdasar 10 laga awal TSC 2016 yang hasilnya berbeda jauh saat menjuarai ISL 2014, rasanya Persib tak salah melupakan meraih mimpi juara saat ini. Memang, kesempatan masih terbuka sekecil apapun. Tapi, ada baiknya realistis seperti halnya Djanur. Fokus berada di 4-besar lebih bagus ketimbang menargetkan gelar juara.

Loading...

One Response

Leave a Reply