Menguji Peta Kekuatan Persipura Versi Djanur

Menguji Peta Kekuatan Persipura Versi Djanur

Menguji Peta Kekuatan Persipura Versi Djanur

Menguji Peta Kekuatan Persipura Versi Djanur

Menguji Peta Kekuatan Persipura Versi Djanur

www.maungbandung.com – Defisit empat gol adalah rapor minor performa tandang Persib. Tidak pernah menang, 2 kali imbang, 2 kali menelan kekalahan dengan kebobolan total 7 gol dan cuma bisa bikin 3 gol menjadi isyarat keloyoan Maung Bandung ketika berduel di markas musuh.

Berita Persib Bandung Terkini mencatat Perubahan komposisi yang dibuat pelatih Djadjang Nurdjaman pada sektor pertahanan akan menemui ujian berat pada laga jadwal pertandingan Persib vs  Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Papua, Kamis 21 Juli 2016.

Menguji Peta Kekuatan Persipura Versi Djanur

Penempatan bek tengah muda asal Papua Rudolof Yanto Basna di jantung pertahanan, bersanding dengan stopper senior asal Montenegro Vladimir Vujovic, adalah salah satu sisi positif dari hasil buruk akibat ditahan imbang Persija Jakarta di Bandung.

Dengan performa disiplin dan lugas, Basna bisa mengimbangi kekuatan Vladimir. Setelah selalu jebol dalam empat laga beruntun, gawang Persib akhirnya steril dari gol.

”Saya puas dengan penampilan Yanto Basna. Dia cukup bagus berduet dengan Vlado pertama kali, jadi sebuah pertimbangan (untuk memainkannya lagi). Memang masih ada satu dua kesalahan yang dibuat, tetapi bisa ditoleransi. Meskipun lini depan tumpul, secara pertahanan tim ini mengalami kemajuan karena tidak kebobolan (melawan Persija),” ucap pelatih Persib Djadjang Nurdjaman.

Kepuasan Djadjang menjadi isyarat kuat akan kembali hadirnya racikan formula yang sama di hadapan Persipura. Bek muda asal Papua akan kembali dipasang untuk melakoni perang saudara, membendung gelombang serangan pasukan Papua dalam skuad Persipura yang dikomandani Boaz Solossa.

Selain mental yang kuat, organisasi pertahanan yang solid memang menjadi kebutuhan primer Persib jika ingin menggenapi misi mencuri poin saat bertandang ke Papua. Bagaimanapun, tuan rumah adalah salah satu tim dengan sektor penyerangan pa­ling agresif di antara para kontestan Indonesia Soccer Champion­ship 2016. Sebanyak dua belas dari total empat belas gol produksi Persipura sepanjang ISC dibuat oleh para pemain di lini depan.

”Tren Persipura sedang bagus, performa secara tim juga meningkat. Mereka pasti akan lebih bermain terbuka dan menyerang. Akan tetapi, kami sudah menyiapkan antisipasi menghadapi permainan ofensif mereka,” tutur Djadjang.

Dan bukan cuma performa ofensif Mutiara Hitam yang sedang galak setelah menghajar tuan rumah Pusamania Borneo FC tiga gol tak berbalas di Stadion Segiri Samarinda. Maung Bandung juga dibayangi rekor sangat jelek setiap kali bertamu ke Jayapura. Persib tak pernah menang saat berlaga di hadapan Persipura Ma­nia, malahan selalu diberi ”cendera mata” kekalahan, bahkan acap kali dengan skor telak.

Kabar bagus buat Persib, pada ajang Indonesia soccer Cham­pion­ship, Mutiara Hitam nyatanya bukanlah tim yang sangat superior di kandang. Mereka tak pernah menang dengan margin lebih dari satu gol, bahkan sempat menelan hasil imbang secara beruntun dari Persija dan Bali United pada dua laga kandang pertama sebelum mengalahkan Perseru Serui 1-0 dan Barito Putera 5-4. Jadi, kans Persib untuk mengukir sejarah dengan mencuri setidaknya satu poin saja dari Jayapura tetap ada.

Syaratnya, sistem pertahanan yang amburadul seperti ketika keok dihajar Bhayangkara United 1-4 atau saat ”dibunuh” gol menit terakhir Per­segres Gresik United jangan sampai terulang di Stadion Mandala Jayapura.

Loading...

Bobotoh Baik Pasti Akan Tinggalkan Komentar