Prestasi Persib Ibarat Wahana Roller Coaster, Kenapa Sib ?

Prestasi Persib Ibarat Wahana Roller Coaster, Kenapa Sib ?

Prestasi Persib Ibarat Wahana Roller Coaster, Kenapa Sib ?

www.maungbandung.com – Performa PERSIB BANDUNG di ajang Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo masih tidak konsisten. Skuat berjulukan Maung Bandung itu terlihat masih terus mengalami performa yang naik turun dalam beberapa laga terakhir.

Pada pertandingan perdana di putaran kedua, Persib harus kembali menelan pil pahit. Tim besutan Djadjang Nurdjaman dipecundangi Sriwijaya FC empat gol tanpa balas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

BERITA PERSIB TERKINI mencatat, Konsistensi tampaknya masih menjadi musuh besar Persib musim ini. Hal tersebut dibuktikan ketika Persib mengawali kiprah di TSC 2016 dengan jauh dari kata mengesankan.

Ibarat roller coaster, performa Persib naik turun, tidak stabil. Padahal, materi pemain amat cukup untuk bersaing di papan atas.

Prestasi Persib Ibarat Wahana Roller Coaster, Kenapa Sib ?

Tim Pangeran Biru yang saat itu masih ditangani oleh Dejan Antonic harus puas berkutat di papan bawah akibat hasil minor yang diraih. Dari enam pertandingan, Dejan hanya berhasil meraih satu kemenangan, empat imbang dan satu kalah.

Hasil itu membuat Persib pada pekan keenam terbenam di peringkat ke-13 dengan raihan tujuh poin.

Alhasil, Dejan pun didepak dari kursi kepelatihan dan digantikan oleh pelatih sementara, Herry Setyawan. Ditangan Herry, Persib mampu meraih kemenangan 2-1 atas Mitra Kukar.

Digadang-gadang sebagai awal kebangkitan, Persib justru harus kembali keok 1-2 dari Gresik United di Stadion Tri Dharma.

Kondisi ini memaksa jajaran manajemen Persib mendapuk kembali Djadjang Nurdjaman sebagai pelatih kepala. Diharapkan, Djanur (sapaan akrab Djadjang) mampu memberikan sentuhan magis seperti saat dia membawa Persib juara Indonesia Super League 2014 dan Piala Presiden 2015.

Kehadiran Djanur langsung berimbas pada perkembangan permainan Persib. Dia sukses meraih tujuh poin hanya dari tiga laga. Sayangnya hal tersebut tak bertahan lama. Pasalnya, Djanur bersama Persib harus menahan malu usai dihajar Semen Padang 0-4 di Stadion H. Agus Salim.

Pada pekan selanjutnya, Persib berhasil kembali meraih kemenangan 1-0 atas Persela Lamongan. Namun, sepekan kemudian, klub asal Kota Kembang ini harus kembali tersungkur saat kalah 0-1 dari Perseru.

Melihat performa yang tidak konsisten, Djanur dan jajaran pelatih terus berusaha membenahi Persib. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mendatangkan beberapa pemain anyar ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Tak tanggung-tanggung, dua pemain anyar dengan rekam jejak apik berhasil didatangkan. Mereka adalah Diogo Alexandre Alves Ferreira (Australia) dan Marcos Flores (Argentina).

Akan tetapi, skenario perbaikan itu gagal total setelah Persib harus takluk dengan skor telak 0-4 dari Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring, Palembang. Pada laga tersebut, gelandang Marcos Flores sudah melakukan debut, tapi terlihat tak berkontribusi besar karena masih tampak membutuhkan waktu adaptasi.

Lantas apakah evaluasi yang dilakukan Djanur dan jajaran manajemen bisa berimbas pada peningkatan performa Persib di putaran kedua TSC 2016? Menarik ditunggu.

Loading...

Leave a Reply