Tekanan Besar Main di Persib Jadi Alasan Purwaka Hijrah

Tekanan Besar Main di Persib Jadi Alasan Purwaka Hijrah

Tekanan Besar Main di Persib Jadi Alasan Purwaka Hijrah

www.maungbandung.com – Ada uang cukup unik dari pemain PERSIB yang baru yang satu ini,yaitu Purwaka. lugas dan ganas tanpa kompromi dalam menjaga wilayah pertahanan persib dari gempuran penyerang lawan, namun sangat baik hati di luar lapangan.

Halo sahabat Blog Bobotoh Persib Sa’alam dunya Muang Bandung, kali ini say akan sajikan ulasan berbeda tentabg salah satu pemain baru yang bergabung dengan skuad pangeran biru, yaitu pemain yang populer dengan panggilan purwaka.

Berita persib terbaru melaporkan bahwa pemain yang terakhir membela klub asal kota malang yaitu arema cronus ini, ternyata mempunyai pengalaman panjang seputar karirnya di sepakbola tanah air sehingga hingga kini bisa membawanya kepada popularitas sebagai salah satu pemain sepakbola terbaik di tanah air.

Seperti apa kisah perjalanan karir sepakbolanya dan hingga berani memutuskan sebuah keputusan besar di dalam karir sepakbolanya yaitu bergabung dengan Persib Maung Bandung, silahkan simak saja di bawah ini.

Tekanan Besar Main di Persib Jadi Alasan Purwaka Hijrah

Kerap berkarir di klub-klub Jawa Timur (Jatim) membuat banyak orang mengira Purwaka Yudi berasal dari sana. Bobotoh pun kerap memanggilnya dengan “Mas Pur”, seolah ia berasal dari Jawa, Namun sejatinya ia adalah orang Lampung dan PERSIB adalah tim pertamanya setelah pengembaraannya bersama klub-klub Jatim itu.

Purwoko Yudi Pratomo, begitu nama aslinya sejak ia dilahirkan di Bandar Lampung, 11 April 1984 silam. Ia tumbuh besar dan menaruh hati kepada sepakbola sejak kecil.

Boleh dibilang ia hanya bermodalkan talenta, karena menurut pengakuannya, bek dingin dan lugas ini tidak pernah mengenyam ilmu bola dari sekolah sepakbola (SSB).

Kepiawaiannya mengolah si kulit bundar terus diasahnya hingga ia lolos seleksi tim PON Lampung. Selanjutnya, pada musim 2003, PSBL menjadi klub profesional pertamanya dan ia pun kemudian memutuskan merantau keluar Bandar Lampung.

“Saya hanya senang atau hoby saja main bola itu. Semasa sekolah, saya bermain bersama tim pra PON dan PON Lampung, Lulus SMA saya ikut PSBL 2003, terus coba seleksi di Petrokimia Putra, Gresik dan keterima.

” Itu pertama kali saya keluar dari daerah kelahiran,” kata Purwaka beberapa waktu lalu di kediamannya.

Dua musim Purwaka membela Petrokimia ia memutuskan hijrah pada awal musim 2005-2006. Hijrah yang terhitung dekat dan merupakan tetangga dari Gresik, Sidoarjo bersama Deltras.

Di tim berjuluk The Lobsters ini ia beberapa kali keluar masuk. Pada Liga Indonesia 2007 ia sempat bergabung bersama Persekabpas Pasuruan.

Namun tidak sempai setengah musim, ia pun kembali berkostum warna merah khas Sidoarjo ini. Penampilannya bersama Deltras itu membuat ia dipanggil untuk membela Indonesia U-23 di ajang SEA Games Thailand 2007.

Pada awal musim 2009, klub Jatim lainnya kemudian mengajaknya bergabung. Adalah Arema Indonesia yang berminat padanya.

Duetnya dengan Pierre Njanka di lini belakang Singo Edan berbuah hasil manis di tahun pertamanya. Arema dibawa juara ISL musim 2009/2010.

Konflik dualisme sepakbola Indonesia yang juga mendera Arema membuat ia sempat keluar dari tim Malang tersebut dan kembali ke Deltras pada musim 2011-2012.

Ia comeback ke Malang setelahnya dan benar-benar meninggalkan Arema pada tahun 2016 ini.

Pengembaraan lebih dari satu dasawarsa karir sepakbolanya bersama tim Jatim itu berakhir ketika ia menerima pinangan agar bergabung dengan Maung Bandung. “PERSIB tim pertama saya di luar Jawa Timur,” akunya.

“Sempat bimbang untuk bergabung ke tim ini sebelumnya. Karena semua tahu tekanan di sini lebih besar. Tapi tekad saya sudah bulat untuk tantangan prestasi ini dan akhirnya memutuskan untuk bergabung,” lanjutnya menjelaskan.

Lalu, akankah kelak ia mengembara lagi? Itu yang belum bisa dijawab Purwaka dalam waktu dekat ini. Sosok pemain pemalu ini hanya bisa berharap ia dapat meraih prestasi bersama tim barunya ini.

Sebab, ia mengakui tujuan bergabung dengan PERSIB, karena tak lain demi prestasi.

“Mudah-mudahan saja target kita tercapai,” tutupnya penuh harap.

Source : Persib.co.id

Loading...

Bobotoh Baik Pasti Akan Tinggalkan Komentar